Bagi Anda yang sudah terbiasa menggunakan sistem operasi windows. Tentu anda akan mengerti apa itu Windows Defender. Windows defender adalah program bawaan dari sistem operasi Windows yang sudah ada sejak versi Windows 8.

Apa itu windows Defender?

Windows Defender atau yang sebelumnya dikenal dengan Microsoft SpyWare adalah sebuah antivirus yang digunakan untuk melindungi sistem operasi Windows dari ancaman virus. Di tanggal 13 Februari 2006, Windows Defender versi beta kedua dirilis.  Versi ini jauh berbeda dibanding versi beta pertama, dimana desain antarmuka dan bahasa pemrograman yang digunakan sangat berbeda. Versi beta kedua ini menggunakan bahasa pemrograman C++. Perubahan penggunaan bahasa pemrograman ini memperbaiki kinerja aplikasi dan mampu meningkatkan kemampuan dalam melindungi komputer.

Meskipun Windows Defender memiliki fitur keamanan dasar, namun masih banyak pengguna Windows yang menggunakan program antivirus dari pihak ketiga seperti Avira, Kaspersky, BitDefender, Norton, atau antivirus pihak ketiga lainnya sebagai antivirus pada komputer atau laptop mereka. Hal tersebut disebabkan karena banyak pengguna yang masih kurang percaya dengan kemampuan Windows Defender untuk menangani virus Windows masa kini yang semakin hari semakin kompleks.

Cara mengaktifkan Windows Defender di Windows 10, 8, dan 7

Windows 10

  1. Buka jendela Settings dengan cara klik ikon gambar gear (roda gigi) pada Start Menu. Atau Anda bisa menggunakan kombinasi tombol keyboard dengan cara menekan tombol Windows + I pada keyboard untuk membuka jendela Settings dengan mudah dan cepat.
  2. Setelah jendela Settings muncul pada layar, pilih Update & Security.
  3. Langkah selanjutnya, pada jendela Update & security, pilih Windows Defender.
  4. Pada bagian “Real-time protection”, ubah pengaturannya dari OFF ke ON untuk mengaktifkan Windows Defender

Windows 8

  1. Klik Start di layar Windows 8 atau tekan tombol Windows pada keyboard. Lalu, ketik “Windows Defender” pada kolom pencarian. Klik ikon “Windows Defender”
  2. Buka Pengaturan. Klik tab “Settings”, and click “Real-time protection” pada bagian sebelah kiri.
  3. Aktifkan Real Time Protection. Untuk mengaktifkan Real Time Protection pada Windows Defender, centang kotak di sebelah “Turn on real-time protection (recommended)”, dan klik tombol “Save changes” yang terletak pada bagian bawah jendela Windows Defender

Windows 7

  1. Klik Start pada tampilan desktop Windows 7 Anda atau tekan tombol Windows pada keyboard. Lalu ketik “Defender” pada kolom pencarian dan pilihlah “Windows Defender”.
  2. Klik “Tools” di pada jendela Windows Defender. Selanjutnya, pilih “Options”.
  3. Klik “Administrator”
  4. Aktifkan Windows Defender. Caranya, centang kotak di sebelah “Use this program”.
  5. Simpan pengaturan. Caranya, klik tombol “Save”.
Kelebihan Windows Defender
  1. Membersihkan virus lebih maksimal bila dibandingkan dengan antivirus lain
  2. Windows Defender akan memberikan restart secara otomatis jika menemukan virus yang berbahaya. Tujuannya restart otomatis ini agar virus bisa bersih sempurna, kadang virus setelah dihapus akan menginfeksi file lainnya,
  3. Real Time protection saat ada file yang dicurigai berbahaya, bahkan untuk beberapa kasus Windows Defender akan langsung menghapusnya.
Kekurangan Windows Defender
  1. Menurunkan kinerja komputer jika instal antivirus tambahan
  2. Scan menggunakan Windows Defender ada dua pilihan: quick dan full. Quick scan adalah scanning cepat tetapi akan memaksa komputer bekerja lebih berat. Sedangkan full scan merupakan scanning penuh dan membutuhkan waktu lama. Di sinilah kelemahan Windows Defender. Kadang-kadang kedua cara scan di atas tidak terlalu teliti sehingga virus kecil dapat terlewatkan.

Semoga informasi di atas berguna bagi Anda yang sedang mencari tahu tentang Windows Defender. Terlepas dari pembahasan di atas, jika saat ini Anda sedang mencari tempat recomended untuk membeli domain ataupu sedang ingin membeli website untuk kebutuhan bisnis online perusahaan maupun pribadi, Anda bisa mengunjungi IMSNet.id.

admin blog

0 Comments

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *