Tips Menurunkan Bounce Rate

Angka bounce rate menjadi tolak ukur seberapa banyak orang memilih bertahan & berkeliling ketika masuk ke website atau  blog Anda. Semakin tinggi angka bounce rate, artinya banyak orang yang keluar, padahal baru masuk di satu halaman saja. Artinya juga, ada yang salah dengan blog Anda.(Situasi ini disebut sebagai bounce rate.)

Setiap pemilik blog tentu ingin blognya ramai didatangi pengunjung setiap hari. Dalam dunia perbloggeran, bounce rate berfungsi sebagai indikator yang membantu mengukur seberapa baik kualitas konten, apakah sudah cukup disukai oleh pengunjung atau justru masih kurang.

Dengan data dari bounce rate Anda juga bisa melakukan evaluasi terkait permasalahan yang Anda, mulai dari kecepatan akses loading, kualitas konten, hingga menentukan seberapa efektif riset keyword yang dilakukan.

Cara Optimasi Untuk Menurunkan Angka Bounce Rate Website
  1. Meningkatkan Kualitas Konten

Agar mudah dipahami, konten itu diartikan semua yang terlihat dan di tawarkan ke pengunjung website anda. Konten ini bermacam2, bisa itu artikel, gambar, video, gambar produk, widget. Kualitas sendiri merupakan penilaian tingkat baik buruknya akan hal tertentu. Konten berkualitas berarti konten website anda memiliki tingkat nilai baik, memberi manfaat, enak dilihat, tidak membosankan, menghibur, disukai. Ingat, konten Anda bukanlah satu-satunya di internet. Ada ribuan atau bahkan ratusan ribu website/blog lain yang membahas topik serupa. 

  1. Alur Cerita yang Menarik

Sebuah alur cerita (storytelling) dianggap bagus atau menarik ketika pembaca merasa relatable dengan cerita tersebut. Storytelling yang baik membuat pembacanya merasa seolah-olah sedang membaca cerita atau pengalamannya sendiri.  

Salah satu cara efektif untuk membuat konten yang relatable adalah dengan menggunakan kata ganti orang kedua seperti Anda, Anda, atau lo, sesuai dengan gaya bahasa yang cocok dengan audiens Anda. 

  1. Tingkatkan Kecepatan Akses Website

Fakta tersebut tentu membuka mata para webmaster karena sebagus apapun kualitas konten yang Anda miliki nantinya bakal percuma jika akses kecepatan website/blog Anda masih lebih dari 3 detik. Artinya, kecepatan akses itu penting. Kalau mau menurunkan bounce rate, ya blog Anda harus cepat. Jangankan membuka halaman lain, kalau membuka halaman awal saja sudah lambat, mereka akan malas.

  1. Gunakan Fitur “Open Link In New Tab”

Membuka link di tab baru terkesan sepele, namun bisa meningkatkan kualitas pengalaman pengguna di website. Jika satu halaman mengandung tiga link dalam satu artikel misalnya, menekan tombol back berulang kali untuk kembali ke artikel bisa membuat pembaca Anda frustasi.

Secara default, WordPress mengatur pembaca untuk membuka link di tab yang sama. Jadi, Anda perlu mengubah pengaturan ini secara manual dengan mengedit link setting ke new tab.

  1. Gunakan Popup sewajarnya

Meski menawarkan fungsi yang cukup menguntungkan, kehadiran popup sendiri belakangan menuai perdebatan di kalangan webmaster karena justru dianggap tidak disukai oleh mayoritas pelanggan.

Penggunaan popup yang berlebihan hanya akan mendorong pengunjung untuk menutup halaman website Anda. Menurut sebuah penelitian, 70 persen pengunjung website menyatakan popup yang berlebihan dan tidak relevan itu menjengkelkan. Jadi usahakan atur popup untuk muncul sewajarnya agar pengunjung tidak kesal. 

Jadi, sebaiknya Anda harus terus memantau kondisi bounce rate website secara berkala agar tidak mengalami penurunan performa. Adapun jika saat ini website/blog Anda sudah memiliki bounce rate tinggi maka langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan cara meningkatkan kualitas konten, mengoptimalkan search intent, hingga optimasi loading website.  Namun jika Anda belum mempunyai website, segera bikin website bisnis Anda sekarang juga. Manfaatkan paket Hosting Bisnis, Sertifikat SSL, serta nama domain populer dari IMSNet.id untuk menunjang performa situs Anda agar semakin optimal.

admin blog

0 Comments

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *