Menjalankan sebuah perintah CMD yang ada Command Prompt merupakan sebuah cara alternative yang digunakan untuk mengoperasikan perangkat Windows. Dengan perintah CMD tersebut nantinya Anda dapat melakukan apapun. Contohnya dalah menyalin file atau memperbaiki error yang terjad pada hard drive. CMD sendiri bisa kita temukan mulai dari versi Windows lama (XP misalnya), sampai Windows-Windows versi baru (seperti Windows 10).

Mungkin ada sebagian orang yang belum mengetahui cara menampilkan CMP pada komputer kalian. Berikut ada beberapa cara untuk menamplkan CMD

Pertama dengan windows run

  1. Tekan tombol Windows + R.
  2. Maka akan terbuka Windows Run.
  3. Ketik “CMD”, kemudian tekan Enter.
  4. Dengan demikian, CMD akan terbuka.

Melalui search

  1. Klik tombol Start untuk membuka kolom search.
  2. Ketik “CMD” di sana, kemudian tunggu beberapa saat.
  3. Nah, setelah CMD muncul, silakan diklik.
  4. Maka CMD akan terbuka.

Dengan task manager

  1. Buka Task Manager. Kalau saya biasanya pakai Ctrl + Shift + Esc.
  2. Selanjutnya, klik File, lalu pilih Run New Task.
  3. Ketik “CMD“, kemudian tekan Enter.
  4. Dengan begitu, CMD akan secara otomatis terbuka.

Setelah mengetahui cara-cara membuka CMD. Selanjutnya kita akan membahas mengenai  beberapa perintah dasar CMD beserta fungsinya

ASSOC

Di gunakan untuk menampilkan dan mengubah asosiasi nama eksteksi file, asosiasi yang di maksud adalah keterkaitan antara suatu ekstensi file sebagai format tertentu yang mendukung untuk di buka dan di kelola oleh perangkat lunak tertentu, misalnya ekstensi file .docx merupakan format Word.Document.12 yang dapat di buka dan di kelola oleh perangkat lunak Microsoft Office Word 2007 ke atas (format Word.Document.12 tidak di dukung oleh Microsoft Office Word 2003 ke bawah).

BCDEDIT

bcdedit adalah perintah yang memungkinkan Anda untuk melakukan tiga hal, yaitu mengelola penyimpanan data boot configuration, menyimpan parameter konfigurasi tersebut, dan mengatur booting sistem operasi.

Format perintah bcdedit sebenarnya sederhana. Berikut contohnya:

bcdedit /command <argument>

/command adalah sub-perintah yang dapat digunakan dengan bcdedit, sedangkan <argument> adalah nama file atau direktori yang dijadikan target perintah ini.

Nah, yang membuat bcdedit cukup rumit adalah banyaknya sub-perintah yang ada di dalamnya. Di bawah ini adalah beberapa sub-perintah beserta fungsinya:

  • /createstore — membuat penyimpanan data boot configuration baru
  • /create — membuat entry baru di sebuah penyimpanan data boot configuration
  • /deletevalue — menghapus sebuah elemen dari boot entry
  • /bootdebug — mengaktifkan boot debugger dalam sebuah boot entry atau sebaliknya

Untuk melihat daftar lengkap sub-perintah bcdedit Anda dapat menjalankan perintah berikut:

bcdedit /?

Jika ingin mengetahui kegunaan dari suatu sub-perintah, Anda tinggal menambahkan namanya setelah perintah tersebut, seperti ini:

bcdedit /? Createstore

Copy

Didukung di: semua versi Windows. Kegunaan perintah copy sama seperti namanya, yaitu menyalin sebuah file ke lokasi yang berbeda. Untuk memahami kegunaannya, perhatikan contoh di bawah ini:

copy myfile.txt d:\

Perintah tersebut mengisyaratkan penyalinan file myfile.txt yang ada pada direktori yang sedang Anda akses ke direktori D:.

Anda juga dapat memanfaatkan perintah copy untuk mengkopi semua file dengan jenis sama. Untuk melakukannya, gunakanlah tanda bintang (*) seperti pada contoh ini:

copy *.txt d:\

Bahkan, perintah copy juga dapat digunakan untuk menyalin semua file dalam satu direktori, seperti pada contoh berikut:

copy *.* f:\

Tentunya perintah ini bermanfaat jika Anda ingin mengkopi file ke removable drive seperti flashdisk.

Date

Didukung oleh semua versi windows. Perintah date digunakan untuk melihat tanggal atau menggantinya. Syntaxnya sangat sederhana. Setelah mengetikkan “date”, Command Prompt akan menampilkan tanggal hari ini dan pertanyaan untuk mengganti tanggalnya. Jika tidak ingin menggantinya, Anda tinggal tekan tombol enter di keyboard.

Exit

Didukung di: semua versi Windows. Perintah exit digunakan untuk keluar dari Command Prompt atau menutup proses batch script yang sedang berjalan. Untuk menjalankannya, Anda hanya perlu mengetikkan “exit”.

admin blog

0 Comments

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *