Pernahkan Anda mengirim pesan rahasia. Ketika Anda mengirim sebuah pesan yang sifatnya rahsia tentu yang Anda inginkan adalah pesan tersebut hanya terbaca kepada orang yang Anda tuju.  Pesan rahasia tersebut dikirimkan tidak dalam bentuk aslinya ( terenkripsi ). Namun, pesan akan diubah menjadi kode yang kemudian harus dipecahkan oleh penerima untuk mengetahui esensi dari pesan tersebut. 

Pengertian Enkripsi

Enkripsi adalah sebagai suatu langkah untuk mengamankan berita/pesan/informasi dengan cara mengubah pesan tersebut ke dalam sistem kode yang jika dibaca tanpa pemecahan akan menjadi kata yang tidak bermakna. Dengan begitu, pesan tersebut terjaga kerahasiaannya dan diharapkan tersampaikan hanya kepada pihak yang dituju saja karena metode atau rumus dekripsi hanya diberikan kepada badan atau orang yang dituju

Sejarah Enkripsi

Kata enkripsi berasal dari bahasa Yunani kryptos yang berarti tersembunyi atau rahasia. Pada tahun 700 sebelum masehi orang-orang Sparta menulis pesan yang sesitif pada kulit yang dililit pada sebuah tongkat yang disebut scytale. Ketika tulisan tersebut dilepas akan menghasilkan karakter yang acak sehingga tidak mampu dibaca. Namun bila digunakan tongkat dengan diameter yang sama, maka kumpulan karakter acak itu dapat diuraikan kembali (decrypt) sehingga mampu dibaca oleh penerima.

Romawi menggunakan apa yang disebut Sandi Chaesar. Enkripsi jenis ini terbilang sederhana dimana masing-masing huruf pada teks digantikan oleh huruf lain yang memiliki selisih tertentu dalam alfabet. Jika misalnya angka yang ditentukan adalah tiga, maka pesan “nesabamedia” akan menjadi “qhvdedphgld”.

pada pertengahan tahun 1970-an, enkripisi melakukan sebuah lompatan yang besar, dimana B. Whitfield Diffie dan Martin Hellman memecahkan salah satu masalah mendasar dari kriptografi, yaitu bagaimana cara mendistribusikan kunci enkripsi dengan aman untuk digunakan kepada mereka yang membutuhkannya. yang mana kemudian menjadi era baru untuk enkripsi hingga saat ini.

Manfaat Sekripsi

Saat ini enkripsi digunakan untuk menjaga berbagai informasi pada sebuah sistem, seperti menjaga informasi bank Anda pada saat melakukan transaksi belanja online.

Enkripsi juga dapat digunakan melindungi data yang tersimpan pada perangkat penyimpanan Anda seperti harddisk, CD atau flashdisk. Hal tersebut penting agar bila sewaktu-waktu laptop atau flashdisk Anda dicuri, maka si pencuri tidak akan mampu mengakses data yang ada didalamnya.

Jenis-jenis Enkripsi

Kunci simetris menggunakan kunci yang sama untuk melakukan enkripsi dan dekripsi pada data. Pada saat akan melakukan dekripsi, pengirim harus terlebih dahulu membagikan private keynya agar mampu didekripsi oleh penerima. Kunci simetris yang paling banyak digunakan adalah adalah AES, yang diciptakan untuk melindungi informasi rahasia pemerintah.

Kriptografi asimetris atau juga dikenal sebagai kriptografi kunci publik, menggunakan dua kunci yang berbeda: satu publik dan satu privat yang saling terkait secara matematis. Kunci publik bisa dibagi dengan semua orang, sedangkan kunci privat harus dirahasiakan. RSA merupakan algoritma asimetris yang paling banyak digunakan.

Demikianlah pembahasan terkait apa itu Enkripsi dan Alogaritma. Maka dari itu, jangan lupa kunjungi blog IMSNet.id untuk mendapatkan artikel tips, tutorial, hingga promo penawaran layanan hosting murah dan domain premium yang akan menunjang optimasi pemasaan di ranah digital.

admin blog

0 Comments

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *